Anggap Air Bersih Lebih Mendesak, DPRD-PUPR Mateng akan Koordinasi terkait Pembatalan Jalan Rp.500 Juta
MATENG, REFERENSIMEDIA.COM – Komisi II Anggota DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, Muh. Rizal mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR Mateng terkait rencana pembangunan jalan sekitar 150 meter kearah Polres Mateng.
Pembangunan jalan ini sudah terdaftar di LPSE dengan anggaran sebesar Rp.500 juta. Namun, pembangunan jalan ini dinilai tidak mendesak untuk dibangun, karena kondisi jalan masih layak untuk dilalui.
Sementara, persoalan yang dianggap urgen saat ini di Kabupaten Mateng adalah ketersediaan air bersih untuk masyarakat.
Oleh sebab itulah, Muh Rizal mengaku akan berkoordinasi dengan PUPR Mateng apakah anggaran pembangunan jalan tersebut masih bisa dialihkan ke penanganan krisis air bersih atau tidak.
“Nanti kita coba bicarakan dulu prosesnya bagaimana. Karena ini proses penganggarannya saat itu masih belum kondisi kekeringan di Mateng. Tapi kita akan komunikasikan dulu, apakah proses pengalihannya masih bisa atau sudah tidak,” ujar Muh. Rizal, Senin, 17 Agustus 2026 melalui telepon.
Rizal mengakui kondisi saat ini di Mateng lebih membutuhkan penanganan krisis air bersih daripada pembangunan jalan yang masih bisa dilalui. Oleh sebab itu, Rizal akan mengkaji ulang dan memanggil dinas terkait untuk membahas skala prioritas anggaran di tengah krisis air bersih yang melanda warga.
“Saat ini kebutuhan masyarakat Mateng yang mendesak adalah ketersediaan air bersih. Makanya sekarang ini, Pemda buka satgas, termasuk kami di internal partai aktif menyalurkan air ke masyarakat,” ujar Rizal.
Merespons desakan dari DPD LSM Lembaga Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (LMAPJ) Sulbar yang meminta proyek tersebut dibatalkan, Komisi II memberi isyarat akan menanyakan kembali ke Dinas PUPR Mateng.
DPRD Mateng berencana meninjau kembali urgensi pengerjaan fisik jalan tersebut agar alokasi anggaran daerah dapat digeser atau difokuskan pada penanganan darurat krisis air bersih.
”Gara-gara musim kemarau saat ini kita mengalami krisis air bersih, sehingga kita perlu membahasnya kembali dengan dinas terkait,” pungkas Ical.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Mateng, Ir. Usman saat dimintai tanggapan persoalan ini belum menanggapi. (**)


Leave a Reply