Berita

LSM Merdeka Manakarra Desak Bupati Majene Panggil ASN IH Dugaan Penipuan Revitalisasi Sekolah Rp.540 Juta

✔Referensi Media

MAMUJU, REFERENSIMEDIA.COM — LSM Merdeka Manakarra Sulbar mendesak Bupati Majene, segera memanggil dan memeriksa ASN berinisial IH terkait dugaan transaksi dana yang mengatasnamakan program revitalisasi sekolah tahun 2026, dengan nilai kerugian sejumlah pihak yang disebut mencapai kurang lebih Rp540 juta.

Ketua LSM Merdeka Manakarra Sulbar, Andika Putra, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, para korban diduga mentransfer uang setelah dijanjikan memperoleh pekerjaan dalam program revitalisasi sekolah melalui pihak perantara.

Bukti transfer ke rekening yang disebut milik oknum ASN tersebut dikabarkan tersedia. Namun, setelah pekerjaan program revitalisasi berjalan dan dilaksanakan pihak lain, para korban disebut tidak memperoleh pekerjaan yang dijanjikan, sehingga mengalami kerugian materiil.

Menurut Andika, persoalan ini perlu ditindaklanjuti dari aspek kedisiplinan ASN dengan mengacu pada PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

“Kami mendesak Bupati Majene segera memanggil dan meminta klarifikasi resmi kepada ASN yang bersangkutan. Jangan biarkan persoalan ini berlarut-larut tanpa kepastian. Jika ditemukan pelanggaran disiplin, tindak sesuai aturan. Apabila terdapat indikasi tindak pidana, kami mendorong agar berkoordinasi dengan aparat penegak hukum demi memberikan kepastian hukum bagi pihak yang mengaku dirugikan,” tegas Andika Putra.

Demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), LSM Merdeka Manakarra Sulbar mendesak agar segera memanggil dan meminta klarifikasi resmi kepada ASN berinisial IH. Kami menilai, dugaan transaksi yang mengatasnamakan program revitalisasi sekolah dengan nilai kerugian yang disebut mencapai kurang lebih Rp540 juta ini patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Selain mendesak pemanggilan dan pemeriksaan ASN berinisial IH, LSM Merdeka Manakarra Sulbar juga tengah mendalami informasi mengenai dugaan kedekatan yang bersangkutan dengan sejumlah pejabat terkait.

“Kami juga sedang mengumpulkan informasi kemungkinan oknum insial IH diperintah oleh pihak lain, kami masih mempertanyakan kenapa oknum tersebut berani melakukan tindakan demikian,” pungkasnya. (**)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.