Terjadi Lonjakan Penumpang, Kapal Sabuk Nusantara 111 Tujuan Kota Baru- Mamuju di Deviasi ke Pelabuhan Tanjung Silopo Polman
MAMUJU, REFERENSIMEDIA.COM — Arus balik lebaran Idul Fitri 1445 H/ 2024 M melalui Kapal Laut Sabuk Nusantara 93 tujuan Kota Baru- Majene – Tanjung Silopo – Kota Baru mengalami lonjakan signifikan. Akibatnya, sebanyak 120 orang penumpang di Tanjung Silopo, Kabupaten Polman gagal berangkat.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Barat, Maddareski Salatin membenarkan terjadinya lonjakan penumpang tersebut. Bahkan, penumpang Sabuk Nusantara 93 di Pelabuhan Majene mencapai 445 orang. Hal inilah yang mengakibatkan penumpang di Pelabuhan Tanjung Silopo, Polman sebanyak 120 orang tidak bisa terakomodir keberangkatannya.
“Jadi penumpang arus balik melonjak signifikan. Jumlah penumpang di Pelabuhan Majene dan Tj. Silopo sudah melebihi kapasitas muatan kapal sehingga mengakibatkan sebagian penumpang di Pelabuhan Tanjung Silopo tidak jadi diberangkatkan,” ujar Maddareski.
Menanggapi kondisi lonjakan penumpang di Tanjung Silopo tersebut, lanjut Maddareski, KUPP Tanjung Silopo bersurat ke Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut untuk meminta deviasi jalur Kapal Sabuk Nusantara 111 tujuan Kota Baru- Mamuju- Kota Baru, menjadi Kota Baru- Mamuju- Tanjung Silopo- Kota Baru.
“Alhamdulillah, permintaan deviasi telah disetujui oleh Direktorat Lalu Lintas dan Angkatan Laut. Hari ini, 17 April 2024 sore, Kapal Sabuk Nusantara 111 telah berlayar ke Pelabuhan Tj. Silopo dari Mamuju untuk mengambil penumpang yang sempat tertunda keberangkatannya,” ujar Maddareski.
Maddareski memperkirakan, Kapal Sabuk Nusantara 111 sudah tiba sekitar jam 02.00 subuh di Pelabuhan Tj. Silopo. Namun mempertimbangkan keselamatan penumpang, sehingga kapal baru akan merapat ke pelabuhan sekitar jam 10.00 pagi.
“Seharusnya Kapal Sabuk Nusantara 111 hanya berlayar dari Kota Baru ke Mamuju dan kembali ke Kota Baru. Tapi untuk mengakomodir lonjakan penumpang di Pelabuhan Tanjung Silopo, maka dilakukan pengalihan rute Kapal tersebut ke Tj. Silopo,” ujarnya.
Muatan penumpang Kapal Sabuk Nusantara 111 sebanyak 550 orang. Dari Pelabuhan Mamuju sebanyak 200 orang dan di Pelabuhan Tj. Silopo tercatat sebanyak 350 orang penumpang. Termasuk yang gagal berangkat sebanyak 120 orang.
Maddareski berharap, dengan adanya persetujuan deviasi penumpang yang sempat tertunda di Tanjung Silopo bisa terakomodir semuanya.
Ia juga mengimbau agar penumpang tetap waspada diatas kapal karena padatnya penumpang.
“Kita berharap dengan kondisi padatnya penumpang arus mudik, pihak KUPP bisa menertibkan dan tetap memperhatikan keselamatan penumpang. Karena dengan kapasitas tersebut pasti penumpang berlomba-lomba agar tidak ketinggalan sehingga mengabaikan keselamatan mereka,” pungkas Maddareski. (mk)


Leave a Reply