Ngobrol Santai Bareng Media, Perwakilan BI Sulbar Paparkan Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Sulbar 2024
MAMUJU, REFERENSIMEDIA.COM — Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat menggelar OSBIM atau Obrolan Santai BI Bareng Media di DAP Cafe Mamuju, Senin, 26 Agustus 2024.
Tampak, puluhan awak media dari berbagai organisasi wartawan di Sulbar hadir. Terlihat awak media dan Perwakilan BI Sulbar berdiskusi ditemani kopi panas dan pisang goreng, ubi goreng serta kentang goreng.
Saat menyampaikan materinya, Kepala Perwakilan BI Sulbar, Gunawan Purbowo mengatakan, kegiatan OSBIM bertujuan untuk mempererat silaturahim antara BI dengan awak media yang ada di Sulbar.
Selain itu, momentum tersebut juga dimanfaatkan BI untuk menyampaikan tiga poin program strategis BI Sulbar, yaitu :
Pertama, perkembangan ekonomi dan inflasi Sulbar. Kedua, perkembangan sistem keuangan dan sistem pembayaran Sulbar. Ketiga, peran BI dalam pengembangan UMKM dan ekonomi syariah.
“Pertumbuhan ekonomi Sulbar pada Quartal 2 tahun 2024 tumbuh 4,3 persen. Pertumbuhan ini lebih rendah dari pertumbuhan nasional sebesar 5,05 persen,” ujar Gunawan.
Sementara, lanjut Gunawan, tingkat inflasi Sulbar pada Juli 2024, secara tahunan tercatat sebesar 2,08 persen, atau lebih rendah dari tingkat inflasi nasional sebesar 2,13 persen.
“Komoditas utama yang mempengaruhi terjadinya deflasi bulanan adalah cabai merah, bawang merah, ikan cakalang, tomat dan telur ayam ras,” paparnya.
Capaian ini menempatkan Sulbar menjadi provinsi dengan tingkat inflasi tahunan terendah keenam di kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), dimana Provinsi Papua dan Papua Selatan memiliki tingkat inflasi tahunan terendah pertama dan kedua.
“Provinsi Papua Pegunungan, Papua Tengah dan sulawesi Utara menjadi tiga provinsi inflasi tahunan tertinggi di kawasan Sulampua,” ujar Gunawan.
Sedangkan untuk perkembangan sistem keuangan dan sistem pembayaran di Sulbar, stabilitasnya masih tetap terjaga pada semester I 2024, meskipun Loan to Deposit Rasio relatif tinggi.
Selain itu, pertumbuhan kredit UMKM dan KUR Semester I 2024 terus meningkat, meskipun rasio kredit bermasalah mendekati ambang batas.
“Pertumbuhan kredit UMKM semester I 2024 terus meningkat senilai Rp. 5,92 triliun. Atau tumbuh 4,64 persen. Kredit didominasi oleh sektor perdagangan. Sedangkan KUR mencapai Rp. 3,74 triliun atau tumbuh 12.38 persen,” ujarnya.
Lebih jauh, Gunawan menjelaskan, perkembangan sistem pembayaran non tunai di Sulbar hingga semester I 2024 juga menunjukkan peningkatan.
“Qris sebagai sistem pembayaran digital di Sulbar terus menunjukkan peningkatan, meskipun realisasinya masih termasuk lima besar terendah di nasional. Kabupaten Polman dan Mamuju menjadi kabupaten pengguna qris di Sulbar,” tambahnya.
Selain itu, juga dibahas terkait peran BI dalam pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah di Sulbar. (*)


Leave a Reply