Berita

SPM Kesehatan Menjadi Prioritas Pembangunan Kesehatan di Mamuju Tengah

MATENG, REFERENSIMEDIA.COM — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Kegiatan ini melibatkan seluruh pengelola program 12 indikator SPM Kesehatan dan bertujuan untuk menilai sejauh mana capaian serta kesiapan daerah dalam memenuhi target layanan dasar kesehatan sesuai amanat nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah, Setyo Bero, menegaskan bahwa SPM merupakan prioritas utama dalam pembangunan kesehatan di daerahnya. Ia menyambut baik pelaksanaan Monev ini sebagai momentum untuk mengevaluasi tantangan dan memperkuat komitmen bersama antarprogram.

“SPM bukan lagi pilihan, tapi kewajiban yang harus dicapai. Kami di Mamuju Tengah berkomitmen penuh, tetapi tentu masih banyak tantangan, terutama soal sinkronisasi data dan pemenuhan SDM. Karena itu, evaluasi berkala dan inovasi lokal harus terus kami dorong,” ujar Setyo Bero.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan data yang akurat dari setiap pengelola program sebagai fondasi utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan, serta menekankan bahwa capaian indikator SPM harus menjadi perhatian serius seluruh lini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Mahdiana, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Mamuju Tengah dalam mendukung implementasi SPM. Ia mendorong agar hasil kerja para pengelola program lebih terpublikasi serta didukung inovasi yang dapat direplikasi di tingkat provinsi.

“Kami melihat Mamuju Tengah sudah punya fondasi kuat, baik dari sisi regulasi maupun infrastruktur. Sekarang saatnya mendorong inovasi pelayanan, meningkatkan kualitas data, dan memperluas publikasi agar capaian daerah ini juga bisa menjadi contoh di tingkat provinsi,” ujar Mahdiana.

Hasil Monev mencatat sejumlah tantangan seperti belum sinkronnya data antarprogram, terbatasnya SDM di beberapa Puskesmas yang masih harus dipenuhi melalui APBD, dan masih rendahnya capaian rasio kontak sehat. Di sisi lain, capaian yang patut diapresiasi meliputi seluruh Puskesmas yang telah berstatus BLUD, pembangunan enam Pustu dengan skema prototipe nasional, progres pembangunan Labkesmas, kesiapan menghadapi Program Quick Wins Nasional 2026, serta penguatan dukungan regulasi melalui Perbup terkait BLUD dan renumerasi.

Kegiatan Monev ini juga menyoroti perlunya intervensi inovatif dalam penanganan stunting dan layanan usia produktif, serta pentingnya dokumentasi dan publikasi program sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas publik.

Turut hadir dalam kegiatan ini Tim Teknis dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, yakni Muh Saleh (Penelaah Teknis Kebijakan) dan Hamzah (Fungsional Adminkes Muda), yang memberikan arahan teknis untuk penguatan strategi pencapaian SPM bidang kesehatan di Mamuju Tengah. (mk)

***

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.