Berita

Disnaker Sulbar Terus Mengumpulkan Data Terkait Tewasnya Karyawan PLTU Belang-belang Mamuju

MAMUJU, REFERENSIMEDIA.COM — Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sulbar Andi Farid Amri belum bisa membeberkan hasil investigasi Pengawas Ketenagakerjaan Sulbar terkait insiden tragis yang merenggut nyawa Muhammad Takdir (24) karyawan PLTU PT. Rekind Daya Mamuju.

“Iya tim pengawas Disnaker Sulbar sudah turun kelapangan. Tapi belum bisa kami simpulkan karena masih ada keterangan yang harus kami minta lagi,” ujar Farid, Kamis, 8 Mei 2025.

Farid mengaku, timnya saat ini terus melakukan pemeriksaan dan pengumpulan bahan keterangan terhadap pihak-pihak yang bersangkutan, yaitu pihak Manajemen PLTU PT. Rekind Daya Mamuju.

Farid mengaku tidak menemukan kendala dalam melakukan pemeriksan terhadap kasus ini. Namun karena Aparat Penegak Hukum (APH) yakni Polresta Mamuju sedang melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini, jadi tidak mungkin pihaknya merilis hasil pemeriksaannya mendahului APH.

“Belum bisa juga kami simpulkan hasilnya serta merta, karena keterengan belum lengkap. Apalagi saat ini APH juga sementara melakukan pemeriksaan terkait kasus ini, jadi tidak mungkinmi kami mau mendahului mereka,” pungkas Farid.

Sebelumnya di beritakan insiden tragis terjadi di lingkungan kerja PT. Rekind Daya Mamuju (RDM) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Senin, 28 April 2025.

Seorang karyawan bernama Muhammad Takdir (24), dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsoran batu bara saat menjalankan tugas sebagai Helper Maintenance.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika aliran batu bara ke unit pembakaran terganggu akibat adanya gumpalan material yang menempel di dinding bangker (penampung batu bara). (mk)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.