Berita

Pernikahan Dini Penyebab Stunting, Andi Ruskati Imbau Menikah Usia 21 Tahun Bagi Wanita dan 25 Tahun Bagi Pria

REFERENSIMEDIA.COM — Salah satu penyumbang tingginya angka stunting di Sulawesi Barat adalah pernikahan dini. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Dra. Hj. Andi Ruskati Ali Baal pada sosialisasi program percepatan stunting kepada masyarakat bersama BKKBN Sulbar di Desa Arjosari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, 12 Januari 2024.

“Undang Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan menyebutkan batas umur menikah adalah 19 tahun. Sedangkan BKKBN mengimbau agar menikah bagi perempuan pada usia 21 tahun, sementara untuk laki-laki pada usia 25 tahun. Jika belum siap dibuahi maka anak berpotensi stunting,” lanjut Andi Ruskati dihadapan 350 orang peserta.

Selain itu, Andi Ruskati juga mengimbau kepada ibu-ibu yang sedang hamil atau memiliki anak balita agar banyak mengkonsumsi makanan bergizi seperti telur, daging, susu dan sayuran seperti kelor.

“Mari bersama-sama kita berpikir bersama menurunkan angka stunting di Sulawesi Barat, saya juga mengimbau kepada bapak-bapak yang hamil istrinya untuk tidak merokok dalam rumah, serta miliki sanitasi yang baik dalam rumah,” imbau Ruskati.

Sementara itu Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga, Advokasi, KIE dan Kehumasan, Dan Sumarno Parambuan, menyampaikan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi penyakit berulang, terutama sejak dalam kandungan hingga anak usia di bawah dua tahun atau di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Apabila anak2 kita sehat cerdas dan kuat masa depan Indonesia bisa lebih baik,
Kalau mau bebas stunting, remaja minum tablet tambah darah, kalau bapak-bapak yang merokok menjauh dari ibu hamil atau balita, karena sangat berbahaya” ungkap Dan Sumarno.

Dan Sumarno juga menyampaikan bahwa BKKBN juga memiliki program 4T, Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Banyak dan Terlalu Dekat, jangan sampai ada dua anak balita dalam satu keluarga.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Polewali Mandar, drg.Hj. Srihani Patandianan, menyampaikan “Tagline BKKBN kan Berencana itu Keren, jadi mulai dari remaja sudah harus berencana, rencanakan segalanya sebelum memasuki pernikahan, rencanakan jumlah anak, cara mendidik anak dan mengasuh anak”

“Perencanaan dilakukan supaya bisa jauh-jauh dari stunting, dan yang juga tidak kalah penting adalah memilki tubuh yang sehat jasmani dan rohani sehingga bisa merencanakan kehidupan menjadi lebih baik,” ujarnya. (mk)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.