RSUD Sulbar Edukasi Pengunjung Rawat Jalan dalam Peringatan Hari Glaukoma Sedunia
MAMUJU, REFERENSIMEDIA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Glaukoma Sedunia yang diperingati setiap tanggal 12 Maret, RSUD Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan edukasi kesehatan mata kepada para pengunjung rawat jalan, Rabu, 12 Maret 2026.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di depan ruang tunggu Rekam Medik RSUD Provinsi Sulawesi Barat dengan menyasar pasien serta keluarga pasien yang sedang menunggu pelayanan. Edukasi disampaikan langsung oleh dokter spesialis mata RSUD Sulbar, dr. Sarkiah Huseng, yang memberikan penjelasan mengenai penyakit glaukoma.
Dalam pemaparannya, dr. Sarkiah menjelaskan tentang pengertian glaukoma, faktor risiko, jenis-jenis glaukoma, gejala yang perlu diwaspadai, serta penggunaan obat steroid yang dapat berisiko terhadap kesehatan mata jika tidak digunakan dengan tepat.
Menurutnya, glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena gejalanya muncul secara perlahan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan mata, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma, serta penderita penyakit tertentu seperti diabetes dan hipertensi.
Kegiatan edukasi ini juga menjadi bagian dari komitmen RSUD Provinsi Sulawesi Barat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Program ini sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul sebagaimana tertuang dalam Panca Daya yang diusung oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, Sp.PD, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi kesehatan seperti ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
“Melalui peringatan Hari Glaukoma Sedunia ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mata dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih serius dari penyakit glaukoma,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan para pengunjung rumah sakit maupun masyarakat luas semakin peduli terhadap kesehatan mata serta memahami pentingnya pemeriksaan rutin guna mencegah risiko kebutaan akibat glaukoma. (hms/**)


Leave a Reply