Ironis, Muliadi Bintaha Sinyalir, Antoni Beli Pokir dari Oknum Anggota DPRD Partai Demokrat
MAMUJU, REFERENSIMEDIA.COM – Kader senior Partai Golkar, Muliadi Bintaha, angkat suara terkait polemik pokok pikiran (Pokir) DPRD Sulbar tahun 2025, lalu.
Melalui rilis yang dikirim ke grup WhatsApp 27 April 2026, lalu, pembagian Pokir di DPRD Sulbar tidak merata dan hanya diberikan kepada 14 orang Anggota DPRD Sulbar dari empat partai berbeda.
Ia merincikan, bahwa Partai Demokrat mendapat jatah Pokir untuk 8 orang Anggota DPRDnya. Selain itu, 2 orang Anggota DPRD Sulbar dari PKS, 2 dari Partai Nasdem dan 2 lainnya dari Partai PKB meskipun ada beberapa anggota yang belum mengikuti reses.
Dirinya pun menyinggung salah satu anggota DPRD Sulbar, Antoni yang baru terpilih pada pada Pileg 2024 lalu tapi sudah menjalankan program pokir senilai Rp9 miliar.
Pokir tersebut, kata Muliadi, disinyalir “dibeli” dari anggota Fraksi Demokrat.
Adapun rilis yang dibagikan Anggota DPRD Sulbar, Muliadi Bintaha di Group WhatsApp sebagai berikut :
“Sekedar info buat adik2 bahwa POKIR DPRD tahun 2025 yang telah tertuang dalam DPA bahkan telah diverifikasi di lapangan untuk segera dilaksanakan, dinyatakan oleh TAPD dihapus semua dengan alasan efisiensi, namun ternyata dalam efisiensi tersebut senyatanya diiringi pelanggaran hukum yang esensial antara lain;
1. Mencanangkan program baru yang tidak ada dalan RKPD tahun 2025 yakni memberikan tambahan gaji kepada para Kepala Desa dan Aparatnya dg dalih BKK. Dalam hal ini melanggar aturan karena BKK hanya dapat dilakukan apabila anggaran memadai dan sasarannya pun hanya untuk infra stuktur dasar pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, stunting, dll, sama sekali bukan untuk penambahan penghasilan… Selain itu penambahan penghasilan bagi Kepala Desa dan aparat lainnya bukanlah kewenangan Pemprov.
2. Secara pokir yang dinyatakan dihapus hanya berlaku bagi 31 Anggota DPRD sementara untuk 14 anggota DPRD yaitu : dari Partai Demokrat 8 orang termasuk anggota baru yang belum pernah melakukan reses, PKB 2 Orang, Nasdem 2 orang dan PKS 2 orang juga mendapatkan Pokir.Bahkan yang oaling Ironis salah seorang anggota DPRD pendatang baru dari Majene an. sdr. ANTONI (maaf penyandang tuna netra) secara gamblang menjalankan POKIR senilai lk 9 Milyar yang disinyalir dibeli dari aknum anggota DPRD Partai Demokrat ( Sampel Program semua pembibitan coklat di Kabupaten Majene,jalan serapak di dusun aholeng Desa Mekatta, jalan tani di Ulumanda, di Tandeallo, di Desa Talku banua, jln tani di Dusun Puawang Desa Baruga dhua dll,” tulis Muliadi Bintaha di salah satu grup WhatsApp. (**)


Leave a Reply