Berita

Kecewa Tak Dapat Proyek, Kontraktor Mobilisasi Massa Demo di BWS V Sulbar, Diduga ada Kompensasi Uang

MAMUJU, REFERENSIMEDIA.COM — Polresta Mamuju berhasil menangkap dalang pemukulan terhadap anggota kepolisian inisial AR saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di Kantor BWS V Sulbar, Selasa, 2 Juni 2026, lalu.

Hal ini diungkapkan Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi saat melakukan konperensi pers di Kantor Polrssta Mamuju, Rabu, 3 Juni 2026.

Ferdyan menjelaskan, saat penyidik melakukan pemeriksaan kepada pelaku AR, terungkap bahwa AR diajak oleh salahsatu keluarganya yang terafiliasi kepada kelompok mahasiswa untuk melakukan aksi unjuk rasa di Kantor BWS V Sulbar.

Yang melatarbelakangi aksi tersebut adalah seorang kontraktor yang kecewa karena saat ini tidak mendapatkan paket proyek di BWS V Sulbar.

“Jadi motifnya kenapa unjuk rasa ini terjadi karena adanya kontraktor yang merasa kecewa karena tidak dapat paket pekerjaan tahun ini sehingga memobilisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Ipmapus dan warga untuk mendemo BWS V Sulawesi,” ujar Ferdyan.

Ferdyan juga menduga bahwa aksi unjuk rasa ini terjadi karena adanya pemberian kompensasi sejumlah uang dengan nilai tertentu kepada massa aksi untuk melakukan aksi demonstrasi.

“Aksi ini juga dimaksudkan untuk memberikan intimidasi dan presure kepada Kantor BWS V Sulbar,” tambah Kapolresta.

Dengan adanya keterangan ini dari pelaku, maka Polresta Mamuju tidak berhenti hanya pada kasus penganiayaannya saja, tetapi juga akan mengejar aktor intelektualnya yaitu penyandang dana dan yang memobilisasi massa, sehingga demo ini sudah tidak murni lagi untuk menyampaikan aspirasi tetapi sudah ada upaya pelanggaran hukum.

“Oleh sebab itu, kita tidak hanya akan menetapkan AR saja sebagai tersangakanya, tetapi kita juga akan menetapkan tersangka lainnya yang menjadi penanggungjawab aksi tersebut,” pungkas Ferdyan. (**)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.