Berita

KLB 2026-2030, Sekda Junda Minta PSSI Sulbar Baru Hadirkan Tata Kelola Terbuka

✔Referensi Media

MAMUJU, REFETENSIMEDIA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana, berharap kepemimpinan PSSI Sulbar periode 2026-2030 bisa membawa perubahan bagi pembinaan sepak bola di daerah.

Hal itu disampaikan Junda saat menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan Ketua PSSI Sulbar di Mamuju Room, Matos Hotel Mamuju, Sabtu 7 November 2026.

Junda mengatakan, kongres ini bukan hanya untuk memilih ketua dan pengurus, tetapi juga menentukan arah sepak bola Sulbar ke depan.

“Tentu kita tidak hanya memilih ketua dan pengurus, tapi yang lebih penting adalah bagaimana dalam kongres ini, dalam kepengurusan yang baru nanti, dapat merumuskan visi misi, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas dan perkembangan prestasi sepak bola di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Junda menuturkan, Sulbar memiliki banyak pemain muda berbakat. Bahkan, beberapa di antaranya telah menjadi atlet di tingkat nasional dan internasional.

Namun, potensi tersebut perlu didukung pembinaan yang baik agar bisa menghasilkan prestasi.

“Namun potensi yang besar itu, tidak akan menghasilkan prestasi, apabila tidak diikuti dengan sistem pembinaan yang baik dan berkelanjutan,” kata Junda.

Dalam sambutan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) yang dibacakannya, Junda juga menyampaikan harapan agar kepengurusan PSSI yang terpilih mampu menghadirkan tata kelola organisasi yang baik, terbuka, dan mengedepankan kepentingan bersama.

“Organisasi yang kuat bukan hanya dibentukan oleh sosok pemimpinnya, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pengurus untuk bekerja sama dengan menjaga kepercayaan para anggotanya,” demikian kutipan sambutan tersebut.

Selain pembenahan organisasi, penguatan pembinaan sepak bola usia dini dan pengembangan atlet lokal juga menjadi perhatian. Sulbar dinilai perlu memiliki sistem pembinaan yang mampu menjaring dan mengembangkan pemain muda dari seluruh kabupaten.

Sekolah sepak bola, kompetisi kelompok umur, serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit juga perlu menjadi perhatian utama. Jangan sampai anak-anak berbakat kehilangan kesempatan berkembang karena terbatasnya akses pembinaan dan kompetisi.

PSSI Sulbar juga diharapkan menyelenggarakan kompetisi yang terarah, rutin, dan berkelanjutan. Sebab, prestasi sepak bola tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi melalui proses latihan, pembinaan, dan pengalaman bertanding yang konsisten.

“Kami berharap PSSI Sulawesi Barat ke depan memiliki kalender kompetisi yang jelas mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi,” jelasnya.

Dalam sambutan itu, Junda juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara PSSI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kerja sama tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sepak bola yang masih minim, termasuk perbaikan stadion.

Selain mengejar prestasi, sepak bola juga diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda. Anak-anak muda perlu diberi lebih banyak ruang untuk melakukan kegiatan positif agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.

Hal itu juga berkaitan dengan harapan menyongsong Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan generasi muda produktif dan memiliki kegiatan yang bermanfaat. (hms/**)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.