Advertorial

Taman Literasi Mamuju Disorot, DPRD Nilai Kebersihan Tak Harus Bergantung Anggaran

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

MAMUJU, REFERENSIMEDIA.COM – Kondisi Taman Literasi yang berada di kawasan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Mamuju menjadi sorotan. Area yang seharusnya menjadi ruang baca dan ruang terbuka hijau bagi masyarakat itu terlihat kurang terawat dengan rumput yang meninggi, sampah yang masih berserakan, serta adanya pecahan kaca di sejumlah titik.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Mamuju, Sugianto, menilai kondisi tersebut tidak sepenuhnya dapat disebabkan oleh keterbatasan anggaran daerah. Menurutnya, pemeliharaan fasilitas publik juga membutuhkan kepedulian dan semangat gotong royong.

“Kalau memang anggaran terbatas, masih ada langkah lain yang bisa dilakukan, misalnya melalui kerja bakti atau korvei untuk menjaga kebersihan kawasan,” ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan korvei selama ini telah diterapkan di beberapa fasilitas publik lainnya di Mamuju, sehingga hal serupa dinilai dapat dilakukan di kawasan taman literasi.

Sugianto juga mengaku prihatin terhadap kondisi pengelolaan sejumlah ruang publik yang dinilainya belum tertata dengan baik. Menurutnya, kebersihan dan kenyamanan fasilitas umum harus menjadi perhatian bersama agar tetap dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Di sisi lain, Kepala Dispusip Mamuju, Syarifuddin, menjelaskan bahwa pemeliharaan kawasan belum maksimal akibat keterbatasan anggaran operasional. Sebagian besar anggaran instansinya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), sementara anggaran APBD murni lebih banyak dialokasikan untuk belanja pegawai.

Ia menyebut hingga saat ini anggaran operasional untuk kegiatan pemeliharaan, termasuk kebutuhan perawatan peralatan dan bahan bakar, belum dapat digunakan sehingga berdampak pada aktivitas kebersihan di kawasan tersebut.

Meski demikian, Syarifuddin menegaskan Dispusip tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Perpustakaan yang dikelolanya masih melayani rata-rata lebih dari 100 pengunjung setiap hari dan kerap menjadi lokasi kegiatan literasi yang melibatkan sekolah maupun komunitas. Pelayanan perpustakaan juga tetap dibuka hingga malam hari serta beroperasi pada akhir pekan.

Perbedaan pandangan antara DPRD dan Dispusip ini menunjukkan perlunya solusi bersama agar taman literasi sebagai salah satu ruang publik di Mamuju tetap terjaga kebersihan dan kenyamanannya, sehingga dapat terus mendukung aktivitas literasi masyarakat. (**)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.