PT. Perminas Sosialisasi Tahapan Eksplorasi LTJ Blok Botteng, Target 2027 Sudah Rampung
MAMUJU, REFERENSIMEDIA.COM — PT. Perusahaan Mineral Nasional (PT. Perminas) menggelar sosialisasi bersama masyarakat Desa Botteng terkait pengeboran/ eksplorasi mineral Logam Tanah Jarang (LTJ) Blok Botteng, Jumat, 4 September 2026.
Sosialisasi ini dihadiri berbagai kalangan masyarakat Botteng, seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan perwakilan pemerintahan.
Saat diwawancarai, Director Of Technology and Bussines PT. Perminas, La Ode Tarfin Jaya mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi ini akibat tuntutan regulasi yang wajib dilaksanakan. Apalagi, eksplorasi LTJ ini merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia.
Oleh sebab itu, tentu ada hal-hal yang belum diketahui masyarakat, sehingga menjadi tanggung jawab PT. Perminas untuk mensosialisasikan secara terang benderang, agar masyarakat bisa tercerahkan.
“Alhamdulillah untuk di Desa Botteng ini masyarakat sangat membantu kami dalam tahapan eksplorasi ini,” ujar La Ode kepada wartawan.
La Ode menambahkan, pihaknya sudah melakukan tahapan drilling/ pengeboran pada enam titik di lokasi Blok Botteng ini. Drilling ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi Sumber Daya Alam LTJ yang dimiliki.
“Saat ini kita sudah melakukan proses drilling pada enam titik untuk mengetahui berapa sebenarnya sumber daya dan potensi LTJ yang ada di Blok Botteng,” ujarnya.
Ia berharap, awal tahun 2027 pihaknya sudah bisa merampungkan tahapan eksplorasi sekitar 100 titik di Blok Botteng, sehingga bisa berlanjut ketahap selanjutnya, yaitu tahapan produksi.
Sementara itu, Kepala Desa Botteng mengatakan, masyarakat Desa Botteng sangat mendukung adanya eksplorasi mineral LTJ Blok Botteng ini. Bahkan, Ia mengklaim sebesar 85 persen masyarakatnya yang mendukung.
“Saya kira 85 persen masyarakat Desa Botteng menyikapi positif terkait eksplorasi LTJ Botteng ini,” ujarnya.
Terkait adanya sebagian kecil masyarakat yang menolak, Ia meyakini bahwa penolakan itu akibat ketidaktahuan dari masyarakatnya terhadap pengelolaan tambang LTJ, karena termakan issu negatif tentang LTJ yang terlanjur beredar di media sosial.
Namun, jika sudah mendapat pencerahan dari pihak PT. Perminas dan Pemerintah terkait hal positif jika tambang LTJ sudah beroperasi di Desa Botteng, maka semua kalangan masyarakat akan menerima tambang LTJ ini.
“Terkait penolakan saya kira itu hal yang wajar saja, karena anak-anak kita belum mengetahui lebih jauh terkait tambang LTJ ini. Tapi jika sudah diberikan pemahaman bahwa tambang ini bisa mensejahterakan kehidupan mereka, saya yakin mereka akan bisa menerima tambang LTJ ini,” pungkasnya. (**)


Leave a Reply